KATA BAKU DAN NON BAKU


KATA BAKU DAN NON BAKU

  1. Kata baku

    Kata baku adalah kata yang pemakaian dan penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.

  • Kata Non Baku

    Kata non baku adalah kata yang penulisan atau pemakaiannya tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Misalnya :

KATA NON BAKU

KATA BAKU

  • masarakat            
masyarakat
  • tauladan            
teladan
  • kwalitas            
kualitas
  • rapot            
rapot
  • tehnik            
teknik
  • faham            
paham
  • poto            
foto
  • import            
impor
  • aquarium            
akuarium
  • ijasah            
ijazah
  • ijin                
izin
  • kwitansi            
kuitansi
  • jadual            
jadwal
  • apotik            
apotek
  • musium            
museum
  • buwang            
buang
  • eksport            
ekspor
  • kemaren
kemarin
  • besuk
besok
  • Rebo
rabu
  • Kemis
kamis
  • mumpung
selagi
  • pingin
ingin
  • belon
belum
  • kempes
kempis
  • ngak
tidak
  • capek
lelah
  • tapi
tetapi
  • entar
sebentar

 

 

KATA DENOTASI DAN KONOTASI

 

  1. Denotasi/leksikal/lugas.

    Adalah makna yang sebenarnya dari kata itu terlepas dari kalimatnya.

    Makna kata yang sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia.

    Contoh:

    – meninggal                =    tak bernyawa

    – bisa                    =     dapat

    – membawa                =    mengangkat benda dengan tangan

    – bunga                =    bagian dari tumbuhan yang bermahkota.

    – melihat                =     menggunakan alat indera penglihatan.

  2. Kontasi/gramatikal/kias.

    Adalah makna kata yang sudah mengalami perluasan dari arti kata yang sebenarnya.

    Contoh :

    1. Konotasi yang mengalami perluasan.
  • Tony sedang mengamati pertumbuhan jamur.
  • Orang itu pekerjaannya memungut puntung rokok.
  • Gerombolan perampok itu berhasil di tangkap petugas.
  • Para pahlawan gugur sebagai bunga bangsa.
  • Para petani sedang menuai padi di sawah.
  • Kota Jakarta banyak tunakarya.
  1. Konotasi yang berupa kiasan.
  • Sekarang banyak pejabat yang terkena kasus amplop.(uang suap).
  • Mata pencaharian penduduk desa adalah bertani. (pekerjaan).
  • Saya cuci tangan terhadap masalah itu. (tidak ikut campur)
  • Masalah itu hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. (sabar)
  • Pidato Pak Lurah terasa hambar.(tidak menarik)

 

 

Kata Majemuk atau Gabungan Kata

Kata mejemuk adalah gabungan beberapa kata yang berbeda arti membentuk satu kesatuan arti atau menimbulkan makna baru.

Contoh :

  • suami istri
  • tata tertib
  • lalu lintas
  • tua muda
  • sepeda mini
  • sepatu roda
  • rusak binasa
  • senja kala
  • sopan santun

Gabungan kata yang sudah dianggap padu, gabungan kata itu ditulis serangkai.

Contoh :

  • acapkali
  • adakalanya
  • bagaimana
  • belasungkawa
  • beasiswa
  • bumiputra
  • darmawisata
  • dukacita
  • kacamata
  • pribahasa
  • segitiga
  • ekstrakurikuler
  • mancanegara
  • pancasila
  • pramuniaga
  • transmigrasi
  • dasawarsa
  • swadaya
  • bilamana
  • daripada
  • saptakrida

8. Kata Ganti

Kata ganti adalah kata yang digunakan untuk mengganti kata benda.

Kata ini dapat berwujud sebagai kata ganti milik, kata ganti orang dan kata ganti penunjuk.

  • Kata ganti milik.

    Adalah jenis kata yang dipakai dibelakang kata benda untuk menyatakan pemilik benda tersebut.

    Kata ganti milik terdiri dari ku, mu, nya.

    Contoh :

    • Bukumu saya pinjam dulu !
    • Sepedaku sedang diperbaiki ayah !
    • Susi sedang menengok neneknya !

  • Kata ganti orang.

    Adalah kata yang digunakan sebagai pengganti orang.

    Dalam Bahasa Indonesia kata ganti orang dibedakan atas :

    • Kata ganti orang pertama tunggal.

            Terdiri dari : saya, beta, hamba.

    • Kata ganti orang pertama jamak.

            Terdiri dari : kami, kita.

    • Kata ganti orang kedua tunggal.

            Terdiri dari : kamu, engkau, anda.

    • Kata ganti orang kedua jamak.

            Terdiri dari : kalian.

    • Kata ganti orang ketiga tunggal.

            Terdiri dari : ia, dia, beliau.

    • Kata ganti orang ketiga jamak.

                Terdiri dari : mereka

  • Kata ganti penunjuk.

Adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang sudah ada.

Untuk menunjukkan sesuatu yang jauh digunakan itu, sedangkan yang dekat menggunakan kata ini


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s