MENDORONG ANAK MEMILIH MAKANAN SEHAT



Sekolah dan orang tua murid perlu menyepakati dan mahami akan pentingnya membiasakan anak membawa bekal dari rumah. Dengan bekal yang di bawa dari rumah tentunya orang tua akan memperhatikan betul jenis makanan dan nilai gizi yang dibutuhkan anak. Makanan bergizi bukan berarti harganya mahal, makanan yang murah bukan berati tidak bergizi. ” Membiasakan anak makan makanan yang

sehat berarti membangun generasi bangsa yang cerdas “

 

Mendorong Anak memilih makanan Sehat “, itulah tema dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia(Kamis tanggal 22 Oktober 2009). Seminar itu di selenggarakan di gedung Kompas Gramedia Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sebagai pembicara dalam seminar itu adalah Prof. Dr. F.G. Winarno ( Ahli pangan dan Rektor Universitas Atmajaya ), Ir. Alwan Bukhori ( CSR Project Officer Tp Sari Husada), dan Ibu Henny Supolo Sitepu, M.A.( ahli pendidikan ).

Dalam seminar tersebut menyoroti masalah makanan sehat, dampak makanan sehat bagi kesehatan dan pertumbuhan anak. Orang tua perlu memperhatikan betul makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan anak karena anak belum mengerti akan dampak dari makanan yang tidak sehat bagi tubuh dan perkembangan hidupnya. Orang tua perlu mengarahkan pada anak untuk memilih makan makanan sehat dan bergizi seimbang. Mengapa perlu memilih makanan dengan gizi seimbang ? Makanan yang kita makan perlu bervariasi tidak bisa hanya satu macam saja. Kekurangan zat gizi pada makanan tertentu dapat ditutup oleh zat gizi yang ada makanan lain sehingga terpenuhi gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Orang tua perlu mengontrol frekuensi dan volume jajan anak. Mengapa pembiasaan memilih makanan sehat itu penting ? Karena dengan memilih makanan sehat akan mempengaruhi kualitas hidup di masa depan; Anak menjadi tahu perannya dalam mengembangkan dirinya sendiri; Anak menjadi lebih bertanggung jawab dan manyadari akan arti kesehatan bagi kehidupan.

Kita menyadari bahwa sekarang ini banyak sekali pedangang makanan, minuman , dan jajanan yang menghalalkan banyak cara demi membuat konsumen tertarik untuk membeli tanpa memperhatikan dampak negatif terhadap kesehatan dan bahayanya. Banyak makanan agar tampak lebih menarik diberi pewarna pakaian, minyak goreng yang bercampur plastik, Makanan dengan bahan pengawet, botol minuman yang dipakai berulang-ulang, makanan kadaluwarsa yang dijual murah, es batu yang sebenarnya diperuntukkan untuk mengawetkan ikan tangkapan para nelayan sebagai minuman, dan masih banyak kasus – kasus lain. Kalau makanan dan minuman itu dikonsumsi tentunya akan sangat berbahaya bagi kita dan anak- anak. Jika anak sebagai generasi pemimpin bangsa ini sudah sejak kecil makan makanan yang tidak sehat, lalu bagaimana nasib bangsa Indonesia di masa mendatang ?

Sebenarnya di Indonesia ini kaya akan makanan daerah yang memiliki nilai gizi tinggi dan aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung bahan pengawet. Seandainya menggunakan pewarna pun menggunakan pewarna alami . Tetapi mengapa anak-anak tidak menyukai makanan seperti tempe, tahu, getuk, tiwul, growol, pisang, kacang panjang, bayam, jagung, dll ? Pada hal semua itu memiliki nilai gizi yang tinggi ? Hal itu disebabkan karena salah image bahwa semua makanan itu tidak bergizi, kampungan, tidak instan, dan tidak bergensi. Anak lebih suka dengan makanan yang serba instan, makanan yang berasal dari luar negri kerena lebih tren dan bergengsi. Makan makanan yang serba instan secara terus – menerus sangat tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh kita. Kita setiap hari harus makan makanan yang bervariasi agar terpenuhi gizi simbang. Tentunya ini menjadi tantangan bagi kita untuk mengolah dan menyajikan makanan lokal yang aman dan memiliki ghizi tinggi itu dengan berbagai macam bentuk dan rasa agar anak tertarik untuk menikmatinya.

Setiap hari anak diupayakan untuk makan buah karena buah banyak mengandung banyak vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Janganlah menggantikan kebutuhan vitamin itu dengan obat-obat yang mengandung vitamin. Suka atau tidak suka anak harus mau mencoba makan buah apa saja. Membiasakan setiap hari minum sebayak 8 gelas ( 1 liter ). Setelah makan upayakan jangan minum air teh karena air teh dapat menetralkan semua zat gizi yang ada dalam makanan. Biasakan minum air putih setelah makan. Setiap hari anak dibiasakan untuk makan sayur-sayuran, terutama bayam. Sayur bayam mengandung zat besi . Anak dan orang dewasa yang aktif perlu membutuhkan banyak zat besi. Zat besi sangat diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel otak. Kebutuhan zat besi yang cukup akan meningkatkan kecerdasan anak dan produktifitas. Agar tubuh kita dapat berkembang dengan sehat maka sangat perlu memperhatikan hal tersebut. Di samping itu juga perlu membiasakan diri untuk sarapan setiap pagi, istirahat yang cukup dan berolahraga setiap hari.

Bagaimana peran sekolah dalam upaya membiasakan anak makan makanan yang sehat ? Sekolah perlu membangun komunikasi dengan orang tua murid agar terjadi konsistensi yang jelas antara orang tua murid dan pihak sekolah untuk memberikan makan yang sehat bagi anak. Sekolah dan orang tua murid perlu menyepakati dan mahami akan pentingnya membiasakan anak membawa bekal dari rumah. Orang tua mempersiapkan bekal sekolah pada anaknya dari rumah merupan bentuk perhatian dan kasih sayang terhadap buah hatinya. Dengan bekal yang disiapkan sendiri oleh orang tua bukan” Katering,”tentunya orang tua akan memperhatikan betul jenis makanan dan nilai gizi yang dibutuhkan anak. Ingat . . , makanan bergizi bukan berarti harganya mahal, makanan yang murah bukan berati tidak bergizi. Hal yang perlu diperhatikan ketika menyiapkan bekal makanan pada anak adalah jangan memberikan makanan yang berkuah karena makanan berkuah tidak bertahan lebih dari 5 jam. Setelah 5 jam makanan yang berkuah akan mengandung bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. Berilah bekal berupa makanan kering. Kebutuhan akan sayur-sayuran dan makanan berkuah dapat diberikan saat makan bersama keluarga di rumah. Jangan membiasakan anak membawa uang jajan meski sudah membawa bekal dari rumah karena kita tidak bisa mengontrol jenis makanan apa saja yang akan dibeli anak, apalagi banyak pedagang yang menjual makanan di pinggir lingkungan sekolah. Tentunya kita tidak bisa menjamin kesehatan makanan tersebut. Sebaiknya anak tidak menggunakan botol minum dari plastik yang terlalu lama. Berkaitan dengan keberadaan kantin sekolah. Seandainya sekolah tetap mempertahankan keberadaan kantin sekolah maka sekolah harus memperhatikan kebersihan kantin dan jenis makanan sehat yang dijual di kantin tersebut.

Selain banyak manfaat kesehatan dan aman bagi tubuh, dengan membawa bekal dari rumah juga dapat menamamkan rasa kasih sayang, menghargai orang lain, menghargai arti makanan bagi kesehatan , berbagi pada orang lain dan dapat menciptakan suasana keakraban dan kebersamaan antar teman. Karena begitu besar manfaat memebiasakan membawa bekal dari rumah, maka sekolah terus memberikan himbauan dan pembiasaan pada anak untuk selalu membawa bekal dari rumah dan makan makanan yang sehat.

” Jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin itu sebuah keterpurukan, Jika hari ini sama dengan hari kemarin itu sebuah kerugian, Jika hari ini lebih baik baik dari hari kemarin itu sebuah keberhasilan”

” Membiasakan anak makan makanan yang sehat berarti membangun generasi bangsa yang cerdas ”

Penulis : C. Andri Sulistyanto


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s